“Berarti ini ada penguatan sektor kelistrikan juga karena energi baru terbarukan tidak berdampak terhadap kebutuhan BBM maupun pengadaan gas. Justru ini lebih andal dan dapat mengurangi penggunaan energi fosil. Jadi walaupun ada fluktuasi rupiah, ketersediaan energi listrik tidak akan terganggu,” sambungnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan harga BBM seperti Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun meski gejolak fluktuasi rupiah tengah berlangsung.
“Kalau sampai sekarang itu ICP dunia kan naik turun. Ada yang sempat 117 dolar AS, turun ke 90 dolar AS, ada yang 80 dolar AS lebih, ada juga yang 100 dolar AS. Rata-rata ICP kita sekarang kurang lebih sekitar 80-81 dolar AS terhitung dari Januari sampai sekarang,” kata Bahlil pada 19 Mei 2026.
“Jadi belum sampai 100 dolar AS dan belum ada kenaikan. InsyaAllah tidak akan kita naikkan subsidi BBM,” pungkasnya.
(Feby Novalius)