Rupiah Melemah Tembus Rp18.000, Purbaya: Pembayaran Utang Bengkak tapi Aman dalam Simulasi

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 04 Juni 2026 13:34 WIB
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan mengenai dampak melesatnya nilai tukar rupiah yang kini telah melewati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS terhadap beban pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Purbaya mengonfirmasi bahwa sebagian besar instrumen utang negara diterbitkan dengan skema tingkat bunga tetap (fixed rate) atau kupon konstan. Meski besaran bunga tidak berubah, ia tidak menampik bahwa pelemahan nilai tukar otomatis akan mendongkrak nilai total pembayaran utang saat dikonversikan ke dalam mata uang rupiah.

"Saya lupa. Kuponnya fix, ya? Ya, fix. Harusnya sih fix kuponnya. Tapi kan kalau dia jual di pembayaran utang kan lewat ini, kan? Lewat bond, ya? Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya, Meningkat kan dalam rupiah pembayarannya," jelas Purbaya saat ditemui usai Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026).

Walaupun beban pembayaran utang dalam mata uang domestik meningkat, Bendahara Negara ini mengimbau pasar untuk tidak panik. 

Pihaknya memastikan bahwa lonjakan kurs hingga ke level Rp18.000 ini masih berada dalam batas koridor perhitungan dan mitigasi risiko yang telah disiapkan oleh Kementerian Keuangan.

"Cuman kan gini, ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu," tambahnya.

Ketika didesak mengenai batasan kisaran (range) asumsi yang digunakan pemerintah, Purbaya menerangkan bahwa indikator awal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memang menggunakan asumsi makro rupiah di level Rp16.500 per dolar AS.

Namun, Kemenkeu telah menjalankan berbagai simulasi dan penyesuaian (adjustment) ketat untuk mengantisipasi gejolak ekonomi eksternal, termasuk dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya