Secara teknis, Destry menjelaskan bahwa operasi pasar dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai instrumen di pasar domestik maupun internasional. Bank Indonesia juga memperkuat koordinasi dengan pelaku pasar dan korporasi.
“Intervensi yang berkesinambungan dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar terus dilakukan secara intensif,” ungkapnya.
Baca Selengkapnya: Rupiah Anjlok ke Rp18.000, BI Akui Kebutuhan Dolar AS Tinggi Buat Bayar Utang
(Feby Novalius)