JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad telah melakukan pertemuan tertutup antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, serta sejumlah pejabat pemerintah di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu pagi.
Pertemuan yang juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta pimpinan Komisi XI DPR RI tersebut membahas evaluasi perkembangan ekonomi nasional, termasuk penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan nilai tukar rupiah.
Berikut Okezone rangkum hasil pertemuan dan fakta-fakta menarik dari hasil pertemuan tersebut, Minggu (7/6/2026):
1. DPR Dorong Penguatan Koordinasi Fiskal dan Moneter
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan ini mempertemukan otoritas fiskal, moneter, dan pemerintah untuk melakukan evaluasi kondisi ekonomi nasional.
Menurut Dasco, koordinasi lintas otoritas menjadi penting untuk memastikan kebijakan fiskal dan moneter dapat saling mendukung dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.
“DPR dan teman-teman dari otoritas moneter maupun kebijakan fiskal serta dari pihak pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi,” kata Dasco.
2. Fokus Stabilitas Rupiah dan Pertumbuhan Ekonomi
Dasco menegaskan bahwa salah satu fokus utama pertemuan adalah memperkuat sinergi kebijakan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebut koordinasi yang lebih erat diperlukan agar kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan searah.
3. BI Siapkan Penguatan Koordinasi Dua Arah
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa penguatan koordinasi fiskal dan moneter terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa kedua kebijakan tersebut harus saling memperkuat sesuai kewenangan masing-masing untuk menjaga stabilitas ekonomi, khususnya nilai tukar rupiah.
“Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung,” ujar Perry.
4. Sinergi Perkuat Rupiah dan Kepercayaan Pasar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.
Menurutnya, koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal dan moneter akan berdampak pada peningkatan kepercayaan pasar.
“Kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah,” kata Purbaya.
5. Pemerintah Bantah Respons Lambat atas Tekanan Rupiah
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menepis anggapan bahwa pemerintah baru bergerak setelah rupiah melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia sudah berlangsung intens dan berkelanjutan.
“Lho, kita rapatnya intens. Pertemuan antara pelaku-pelaku otoritas ekonomi itu intens,” ujar Prasetyo.
6. Pelemahan Rupiah Dinilai Dipengaruhi Banyak Faktor
Prasetyo juga menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya satu variabel tunggal.
Ia menyoroti faktor fundamental ekonomi, termasuk ketergantungan terhadap impor, sebagai salah satu elemen yang turut memengaruhi stabilitas mata uang.
“Naiknya nilai tukar rupiah itu kan tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, faktor variabelnya juga banyak,” ujarnya.
7. Pemerintah dan BI Sepakat Perkuat Stabilitas Ekonomi
Secara umum, hasil pertemuan menegaskan komitmen pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia untuk memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan global.
(Feby Novalius)