Rupiah Menguat ke Rp17.708 di Tengah Redanya Ketegangan AS–Iran

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 15 Juni 2026 15:47 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini. (Foto: Okezone.com)
Share :

Negara-negara E4 yang meliputi Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, pada hari Minggu menyatakan kesiapan untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai respons atas langkah-langkah terkait program nuklirnya.

Minggu ini, perhatian pasar akan tertuju pada pengumuman kebijakan sejumlah bank sentral, dengan fokus utama pada keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) yang akan dipimpin ketua barunya Kevin Warsh. Bank sentral seperti Reserve Bank of Australia (RBA) dan European Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 75 dan 25 basis poin sepanjang tahun ini. Namun, penyelesaian konflik yang cepat dinilai dapat menahan langkah pengetatan lanjutan oleh bank sentral lain seperti Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Bank of England (BoE), dan The Fed.

Dari sisi domestik, penurunan harga minyak mentah dunia di bawah US$80 per barel menjadi faktor positif bagi perekonomian nasional karena diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN.

Selain itu, pasar juga mencermati potensi efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan Koperasi Desa Merah Putih hingga 50 persen.

Di tengah stabilitas kondisi global, masyarakat disebut mulai meningkatkan penjualan valuta asing sesuai imbauan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang meminta masyarakat yang menyimpan dolar AS untuk menukarkannya ke rupiah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya