Selain itu, likuiditas perbankan juga dinilai tetap terjaga dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang masih berada pada level dua digit. Di sisi lain, kualitas aset perbankan juga tetap sehat yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang rendah.
"Likuiditas juga dana pihak ketiga terjaga juga naik double digit dan yang paling penting juga NPL-nya, non-performing loan bank kita itu aja Mandiri itu hanya 0,9. Jadi average NPL atau non-performing loan kita Bank Himbara itu antara 0,9 sampai 1,8 persen pada saat ini," lanjutnya.
Dengan kondisi tersebut, Rosan mengatakan bahwa Presiden menginstruksikan agar fokus utama perbankan saat ini adalah meningkatkan efisiensi operasional.
Langkah tersebut dinilai penting agar kenaikan suku bunga tidak menghambat penyaluran kredit kepada masyarakat maupun dunia usaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Nah justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki, yang mesti ditingkatkan efisiensinya sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM itu tetap bisa terjaga di level yang baik, di level yang sama," tandasnya.
(Taufik Fajar)