JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,62 persen ke level 6.002 pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (24/6/2026). Pelemahan IHSG ini di tengah hasil pengumuman MSCI terhadap pasar modal Indonesia.
Sepanjang paruh pertama perdagangan indeks bergerak dengan level tertingginya di level 6.171, dan level terendahnya di level 5.993. Volume perdagangan hingga siang ini mencapai 11,17 miliar lembar saham, yang ditransaksikan dengan nilai Rp6,7 triliun.
Tercatat 207 emiten saham menguat, 457 emiten saham memerah, dan 295 emiten saham yang stagnan. Market cap pada perdagangan hingga siang hari ini mencapai Rp10.524 triliun.
Dari 11 sektor yang tercatat, hanya sektor teknologi yang mampu bertahan di jalur positif, sementara 10 sektor lainnya mengalami pelemahan. Sektor barang baku menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 3,45 persen atau turun 57,06 poin.
Tekanan juga terlihat pada sektor energi yang merosot 2,86 persen atau 82,7 poin. Selanjutnya, sektor infrastruktur melemah 2,22 persen, diikuti sektor kesehatan yang turun 1,1 persen. Sektor transportasi juga terkoreksi 1 persen, sementara sektor non-primer turun 1,28 persen.
Sektor keuangan yang memiliki kapitalisasi pasar besar turut berada di zona negatif dengan penurunan 0,83 persen. Adapun sektor primer terkoreksi 0,84 persen, sektor properti turun 0,58 persen, dan sektor perindustrian melemah 0,57 persen.
Di tengah dominasi pelemahan tersebut, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan. Indeks sektor teknologi naik 0,25 persen atau bertambah 16,05 poin, menunjukkan masih adanya minat beli investor pada sejumlah saham teknologi saat sektor lain mengalami tekanan.
Sementara top gainers pada siang hari ini yaitu PTPW menguat 24,79 persen ke level 1.510, BHAT menguat 23,86 persen ke level 1.635, EMDE menguat 21,88 persen ke level 78, BOGA menguat 20 persen ke level 1.710, dan CITY menguat 14,47 persen ke level 182.
Adapun top losers terdiri dari CBPE tertekan 12,74 persen ke level 274, ARKO melemah 12,66 persen ke level 4.760, BALI melemah 12,54 persen ke level 1.290, BRMS melemah ke level 10,16 persen ke level 575, dan BUKK melemah 10,04 persen ke level 1.120.
Sekadar informasi, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam laporannya MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada Selasa (23/6/2026), mengungkapkan bahwa investor institusi internasional masih menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar saham Indonesia.
Meski Indonesia sejauh ini tetap dipertahankan sebagai emerging market, MSCI tetap memberikan dua catatan terhadap aspek transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading. Lembaga penyedia indeks global itu akan kembali mengevaluasi perkembangan pasar modal Indonesia hingga jadwal peninjauan berikutnya pada November 2026.
(Dani Jumadil Akhir)