JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pembangunan fasilitas pengolahan gas alam cair (LNG) Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, hari ini. Peresmian tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang hampir 27 tahun sejak Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) Proyek Abadi ditandatangani pada 1998.
"Insyaallah Pak Presiden yang akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (16/7/2026).
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga mengungkapkan rasa syukur karena Blok Masela akhirnya segera memasuki tahap pembangunan setelah tertunda selama bertahun-tahun.
Prasetyo memastikan kabar baik ini merupakan prestasi bersama dari seluruh pihak yang terlibat. Terlebih, menurut dia, pencapaian tersebut juga tidak terlepas dari doa seluruh masyarakat.
"Setelah bertahun-tahun mangkrak, alhamdulillah sekarang bisa beroperasi, meskipun baru groundbreaking ya," kata Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Diketahui, proyek Blok Gas Abadi Masela di Maluku memasuki babak baru setelah tertunda selama puluhan tahun. Proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan memasuki tahap konstruksi pada 2027. Proyek tersebut disebut memiliki nilai investasi mencapai Rp300 triliun.
Blok Masela juga merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini. Blok gas yang dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd. dengan participating interest (PI) sebesar 65 persen tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional. Blok Masela diperkirakan memiliki cadangan sekitar 3,06 triliun kaki kubik (TCF) gas serta 119 juta barel kondensat.
(Feby Novalius)