Purbaya menjelaskan bahwa tingginya penyerapan anggaran pada kuartal I 2026 merupakan strategi percepatan belanja (front-loading) agar dampak stimulus ekonomi dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.
Adapun Purbaya berharap kepastian laporan resmi S&P tersebut dapat memulihkan kembali kepercayaan para pelaku pasar.
"Walaupun kita sebutkan kenapa itu tinggi waktu itu, karena kita tarik ke depan belanja pemerintah supaya merata sepanjang tahun supaya dampak ke ekonomi lebih bagus, tetap saja orang tidak percaya. Dengan ini mudah-mudahan mereka makin percaya," pungkasnya.
(Feby Novalius)