JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan atau Zulhas, memastikan pemerintah akan mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pondok pesantren, sekolah berbasis agama, dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Saya bikin dua tahap MBG. Satu bulan pertama, yang akan diprioritaskan adalah wilayah 3T dan sekolah berbasis agama, pondok-pondok. Ini sedang kami matangkan. Dalam satu sampai dua minggu ini, minggu ketiga saya akan paparkan kepada Bapak Presiden. Kalau disetujui, langsung berlaku,” ujar Zulhas dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Menurut Zulhas, pemerintah tengah menyusun skema khusus agar pesantren tidak perlu membangun dapur baru.
Sebaliknya, dapur yang sudah tersedia di lingkungan pondok akan dimanfaatkan sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih cepat.
“Jadi pondok, sekolah-sekolah Islam, saya akan minta nanti enggak usah bikin dapur. Dapurnya di sekolah saja, dapurnya di pondok saja agar ada percepatan. Enggak usah memberi keuntungan kepada pihak lain. Pondok ya sudah, bangunnya di situ. Tinggal pengawasannya agar sehat dan bagus. Ini akan kita percepat bersama wilayah 3T,” katanya.
Selain percepatan di pesantren dan daerah 3T, pemerintah juga menyiapkan penataan sekitar 8.000 titik layanan MBG baru di Pulau Jawa.
Proses tersebut, kata Zulhas, membutuhkan waktu sekitar dua bulan karena harus didahului pendataan penerima manfaat secara menyeluruh.