Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 04 Agustus 2026 15:57 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 30 poin atau sekitar 0,17 persen ke level Rp18.027 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (4/8/2026).

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Presiden AS Donald Trump mengatakan sebelumnya bahwa ia menunda serangan baru terhadap Iran sembari menunggu perundingan yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik dan menyelesaikan sengketa terkait kendali atas Selat Hormuz yang strategis.

"Namun, pada hari Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menepis klaim Trump tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS maupun pertemuan yang dijadwalkan," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Selain itu, Iran mengancam akan menargetkan kapal-kapal perang AS yang mencoba mengubah koridor pelayaran yang ditetapkan Teheran di Selat Hormuz. Ancaman ini menandai memanasnya kembali konflik antara kedua negara.

Sesudah itu Iran mengumumkan bahwa mereka akan menargetkan kapal perang AS mana pun yang mencoba memaksakan rute yang berbeda dari yang telah diizinkan Teheran untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Pengumuman tersebut disampaikan Mayor Jenderal Mohsen Rezaee, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Di Laut Merah, enam kapal tanker raksasa berbendera Arab Saudi baru-baru ini mengubah haluan di Teluk Aden dan bergerak menuju Afrika bagian selatan, sementara dua kapal tanker yang memuat minyak Arab Saudi melintasi Selat Bab el-Mandeb, menurut data pelayaran pada hari Senin.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa lalu lintas di Selat Hormuz, yang terletak di antara Iran dan Oman, melambat menyusul laporan mengenai serangan terhadap kapal-kapal.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya