Bahaya Proyek Migas Molor, Target Produksi Terancam

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Minggu 09 Agustus 2026 11:22 WIB
Bahaya Proyek Migas Molor, Target Produksi Terancam (Foto: Ilustrasi SKK Migas)
Share :

JAKARTA – Praktisi migas Benny Lubiantara mengingatkan bahwa ancaman terbesar industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia saat ini bukan lagi sekadar tantangan teknis di lapangan. 

Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan proyek (project delay) justru menjadi faktor paling menentukan yang dapat menggerus nilai investasi sekaligus menghambat pencapaian target produksi migas nasional.

Benny menjelaskan bahwa industri hulu migas merupakan bisnis berisiko tinggi dengan kebutuhan investasi yang sangat besar dan masa pengembalian modal yang panjang.
 
Selain menghadapi risiko geologi seperti kemungkinan sumur kering (dry hole) dan fluktuasi harga minyak maupun gas, pelaku usaha juga harus berhadapan dengan berbagai hambatan nonteknis atau above the ground risk, mulai dari proses perizinan, regulasi, hingga persetujuan dari berbagai pemangku kepentingan.

“Semakin lama proyek tertunda, semakin besar pula nilai investasi yang tergerus,” ujarnya di Jakarta, Minggu (9/8/2026). 

Benny memaparkan, setiap proyek yang gagal beroperasi (onstream) sesuai jadwal akan langsung memengaruhi tingkat keekonomian investasi. Berdasarkan simulasi ekonomi yang disampaikannya, penundaan selama satu tahun saja dapat memangkas Internal Rate of Return (IRR) secara signifikan. 

Kondisi ini membuat berbagai insentif fiskal yang telah disiapkan pemerintah menjadi kurang efektif apabila proyek terus mengalami kemunduran.

Dia juga menyoroti karakter lapangan migas Indonesia yang sebagian besar telah memasuki fase mature fields atau lapangan tua. Pada fase ini, tantangan utama bukan lagi menemukan cadangan baru, melainkan mempertahankan produksi secara ekonomis di tengah meningkatnya biaya operasi dan perawatan fasilitas yang semakin menua.

Karena itu, menurut Benny, industri tidak hanya membutuhkan penerapan teknologi yang lebih efisien, tetapi juga dukungan kebijakan fiskal yang semakin kompetitif agar investasi di sektor hulu migas tetap menarik di mata investor.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya