Keberadaan produk investasi baru ini juga ditargetkan dapat mempererat sinergi dan integrasi operasional antara pihak manajer investasi, lembaga kustodian, industri perbankan bulion, agen penjual, hingga bursa saham.
Performa bursa domestik ini dinilai secara konsisten ditopang lewat aneka langkah restrukturisasi regulasi demi mempertinggi reputasi, daya pembaruan, serta daya saing industri finansial tanah air.
Melalui ekspansi varian instrumen dan ekosistem investasi, termasuk realisasi ETF emas dan transisi demutualisasi bursa, otoritas berharap industri keuangan nasional semakin likuid serta mampu melipatgandakan sumbangsihnya bagi pendanaan pembangunan.
Kata Haryo, penguatan pasar modal menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur pembiayaan ekonomi Indonesia.
"Dengan semakin beragamnya instrumen investasi dan pembiayaan, termasuk melalui ETF emas, kita berharap pasar modal dapat semakin dalam, likuid, dan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan ekonomi yang terus meningkat,” ucap Haryo.
(Feby Novalius)