Lebih lanjut, Presiden menghubungkan pilar reformasi pasar modal tersebut dengan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang diproyeksikan beroperasi pada awal 2027.
“Dengan bursa mineral dan komoditas strategis dan bursa modal yang credible, Indonesia akan berhenti menjadi negeri tempat komoditas digali, tetapi harga dan keuntungannya ditentukan oleh negara lain,” kata Prabowo.
Menurutnya, integrasi kedua sistem pasar tersebut menjadi syarat penting agar Indonesia lepas dari ketergantungan terhadap penentuan harga dari luar negeri.
“Kita bukan hanya ingin menjadi penghasil komoditas dunia, kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia. Kita ingin jadi Indonesia tempat komoditas diperdagangkan,” pungkasnya.
(Feby Novalius)