JAKARTA - Dalam rangka mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, MNC Sekuritas bersama Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang berkolaborasi memberikan edukasi bertema “Legalitas Usaha UMKM dan Izin Berusaha. Hal ini sebagai Langkah Membangun Generasi Cerdas dan Masyarakat Berdaya di Era Digital” untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Head of Education & Community Partnership MNC Sekuritas Andri Muharizal Putra memaparkan materi mengenai pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi dalam membangun kondisi keuangan yang sehat. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk dapat mengelola usaha secara lebih terarah.
“Lebih dari 64 juta UMKM menyumbang sekitar 61% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Namun, banyak pelaku usaha belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta masih minim akses terhadap instrumen investasi dan pendanaan formal,” kata Andri, Kamis (20/8/2026).
Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pelaku UMKM tidak hanya perlu memperkuat pengelolaan keuangan, tetapi juga memahami berbagai alternatif investasi, termasuk investasi syariah.
“Dengan memahami instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, pelaku UMKM dapat mengelola dan mengembangkan surplus dana usahanya secara lebih terarah, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan sesuai dengan nilai-nilai syariah. Dengan demikian, UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas,” tulis Susy.
Direktur Badan Pembinaan Keislaman dan Layanan Halal (BPKLH) Universitas Islam Syekh-Yusuf Rosul Asmawi mengatakan bahwa pelaku UMKM perlu membekali usahanya dengan sertifikat halal dan juga investasi yang halal.
“Sertifikat halal menjadi salah satu bentuk jaminan dan kepercayaan bagi konsumen. Pemahaman terhadap legalitas, kehalalan, dan investasi syariah menjadi bagian penting dalam membangun UMKM yang tidak hanya bertumbuh secara finansial, tetapi juga kuat, terpercaya, dan berkelanjutan,” ujarnya.