Dirut BRI Buka-bukaan soal Industri Perbankan RI

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 31 Agustus 2026 10:19 WIB
Dirut BRI Buka-bukaan soal Industri Perbankan RI (Foto: Tangkapan Layar)
Share :

JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI Hery Gunardi menilai fundamental industri perbankan nasional tetap kokoh dan berdaya tahan (resilient) pada kuartal II-2026. Kondisi ini disokong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid di kisaran 5,30 persen serta penurunan tekanan inflasi domestik.

Hery menjelaskan bahwa melandainya inflasi dari 3,48 persen pada kuartal I-2026 menjadi 3,34 persen pada kuartal II-2026 turut memberikan ruang stabilitas. Di saat yang sama, langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen efektif menjaga stabilitas moneter nasional.

"Kami melihat bahwa industri perbankan nasional hingga triwulan kedua tahun 2026 ini tetap menunjukkan fundamental yang bagus, yang baik, cukup solid," ujar Hery dalam Press Conference Pemaparan Kinerja BRI Triwulan II Tahun 2026, Senin (31/8/2026).

Optimisme pasar juga diperkuat oleh ekspansi aktivitas pelaku UMKM, di mana Indeks Bisnis UMKM melonjak dari 10,25 pada 2025 menjadi 104,7 pada kuartal I-2026.

Kinerja sektor perbankan tecermin dari fungsi intermediasi yang melaju pesat. Penyaluran kredit industri mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), diimbangi oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 10,2 persen yoy serta pertumbuhan pendanaan Kasa sebesar 11,0 persen yoy.

 

Dari sisi manajemen risiko, kualitas aset perbankan nasional menunjukkan tren perbaikan. Rasio Loan at Risk (LAR) industri berhasil ditekan dari 8,9 persen pada triwulan I-2026 menjadi 8,5 persen pada kuartal II-2026.

Kondisi likuiditas perbankan secara umum juga berada pada posisi yang sangat memadai (ample), yang tecermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) industri di level 88,3 persen. Sementara itu, tingkat profitabilitas perbankan terjaga stabil dengan Return on Assets (ROA) industri di posisi 2,5 persen.

"Jadi secara keseluruhan kami melihat industri perbankan Indonesia tetap kuat dan resilient dengan intermediasi yang semakin ekspansif dan kualitas aset yang membaik," kata  Hery.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya