Dia menjelaskan bahwa daging yang digunakan untuk produksi sosis Kanzler merupakan 100% fillet ayam tanpa tulang dan kulit, bukan mechanically deboned meat (MDM).
"Untuk daging, kami benar-benar memakai 100% daging fillet, boneless, dan skinless,” katanya.
Setelah bahan baku, proses produksi menjadi tahapan berikutnya yang juga sangat penting. Menurutnya, perkembangan teknologi pangan memungkinkan produsen menjaga keamanan dan kualitas makanan melalui pengendalian suhu, proses pemasakan, pembekuan, serta penyimpanan yang semakin presisi.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah individual quick freezing (IQF). Setelah matang, produk dibekukan dengan cepat sehingga suhu produk turun dalam waktu relatif singkat dibandingkan metode pembekuan konvensional.
Pembekuan cepat membantu produk melewati rentang suhu yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dengan lebih cepat sehingga aspek higienis dan kesehatan tetap dipertahankan.
Pada saat yang sama, proses pembekuan yang cepat menghasilkan kristal es berukuran lebih kecil sehingga dapat membantu menjaga karakteristik tekstur produk dibandingkan proses pembekuan yang berlangsung lebih lambat.
Teknologi seperti ini menunjukkan bahwa daya simpan suatu makanan tidak selalu bergantung pada satu pendekatan. Pengendalian suhu dan cold chain juga dapat memainkan peran penting dalam menjaga produk selama distribusi dan penyimpanan.
“Kita percaya kalau cepat busuk itu lebih baik. Artinya, memang tidak memakai pengawet,” ujar Axel.
(Taufik Fajar)