Selain CNG, pemerintah juga berencana mulai mengembangkan program kompor listrik pada tahun depan. Pengembangan jaringan gas (jargas) serta pembangunan jaringan transmisi pipa gas juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menyediakan alternatif energi bagi masyarakat.
"Ya seperti yang kita ketahui, untuk gas misalnya ada pembangunan jargas, ada pembangunan transmisi pipa, ada rencana untuk kompor gas, macam-macam lah jalannya yang dipakai itu," kata Erani.
Erani menegaskan pemerintah saat ini belum melakukan perubahan secara menyeluruh terhadap mekanisme pengaturan LPG 3 kg. Menurutnya, pemerintah akan mengevaluasi kondisi di lapangan apabila kebutuhan masyarakat nantinya berada di luar asumsi yang telah ditetapkan dalam anggaran.
"Kalau pengaturan secara keseluruhan itu kan sudah berjalan sepanjang beberapa tahun terakhir ini kan nggak ada perubahan apa-apa. Jadi nanti hal-hal yang di luar asumsi itu pasti akan dibahas lebih lanjut," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengatakan total subsidi energi dalam RAPBN 2027 telah disepakati sebesar Rp261,50 triliun. Angka tersebut lebih rendah Rp11,44 triliun dibandingkan dengan usulan pemerintah sebesar Rp272,95 triliun.
Dari total tersebut, subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg mencapai Rp131,39 triliun. Nilai itu terdiri atas subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) sebesar Rp28,34 triliun dan subsidi LPG tabung 3 kg sebesar Rp103,05 triliun.