Kembali ke Kemenkeu, Wamenkeu Luky Ungkap Sempat Hibernasi Usai Dicopot Purbaya

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 01 Oktober 2026 19:01 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman mengaku bersyukur bisa kembali mengabdi di Kementerian Keuangan. (Foto: Okezone.com/IMG)
Share :

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman mengaku bersyukur bisa kembali mengabdi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah sempat dilepas dari jabatannya beberapa bulan lalu. Rasa syukur tersebut disampaikan Luky usai resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu bersama Nur Kholis Ibnu Aman di Istana Negara, Jakarta.

“Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tak henti-hentinya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kehendak-Nya saya bisa kembali lagi ke sini. Kalau ditanya, rasanya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya,” kata Luky di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Sebelumnya, Luky merupakan birokrat senior Kemenkeu yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran (DJA). Namun, ia dicopot dari posisi tersebut oleh mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 21 April 2026 terkait persoalan kelayakan anggaran kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di hadapan jajaran pejabat dan pegawai Kemenkeu, Luky sempat berseloroh mengenai masa-masa di luar kementerian sebagai periode "hibernasi".

“Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri,” kelakar Luky yang disambut tawa jajaran pejabat Kemenkeu.

Luky pun meminta dukungan penuh dari seluruh jajaran internal agar dirinya dapat segera beradaptasi dan mengejar ketertinggalan terhadap dinamika kebijakan terbaru.

“Jadi saya butuh waktu, saya butuh support, dukungan, bantuan dari Bapak-Ibu sekalian. Untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan yang terkini,” tutur Luky.

Ia menyadari bahwa tantangan pengelolaan keuangan negara saat ini sangat kompleks. Meski demikian, ia optimistis soliditas internal Kemenkeu mampu menjawab tantangan tersebut.

“Berat yang pasti ya, Pak Menteri. Tapi saya yakin kita bersama-sama. Kita tahu tantangan karena saya juga dari Kementerian Keuangan, saya tahu tantangan yang kita hadapi seperti apa. Jadi saya yakin secara bersama, kalau kita bersama, itu akan bisa,” ujarnya.

Mengenai program kerja, Luky menegaskan bahwa dirinya tidak membawa agenda pribadi. Menurutnya, peran Wakil Menteri Keuangan murni bertugas menyokong kepemimpinan Menteri Keuangan dan menjalankan arahan Presiden.

“Saya bilang, enggak ada. Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami ini pembantu Presiden, pembantu Menteri Keuangan. Tugas kami adalah membantu, memastikan, memfasilitasi,” jelasnya.

Meski begitu, Luky memetakan tiga fokus prioritas kerja yang akan segera dikawal dalam waktu dekat, mulai dari mengawal eksekusi akhir APBN 2026 guna memastikan penyerapan dan kinerja anggaran berjalan optimal hingga penutupan kuartal IV, hingga mempersiapkan seluruh regulasi teknis serta instrumen pendukung agar APBN 2027 yang baru disahkan DPR dapat langsung efektif berjalan (up and running).

Selain dua agenda fiskal tersebut, Luky menekankan pentingnya konsolidasi internal untuk terus mendorong agenda transformasi dan penguatan tata kelola organisasi di tubuh Kementerian Keuangan.

“DPR baru saja mengesahkan APBN kita, tapi kita masih banyak PR yang harus kita selesaikan supaya APBN 2027 bisa up and running,” ujar Luky.

“Terakhir juga saya diskusi dengan Pak Menteri waktu itu adalah bagaimana kita akan konsolidasi internal untuk terus mendorong reformasi transformasi yang dilakukan di Kementerian Keuangan,” pungkasnya.

Dengan masuknya Luky Alfirman dan Nur Kholis Ibnu Aman, Menteri Keuangan Suahasil Nazara kini resmi didampingi oleh tiga orang Wakil Menteri Keuangan, bersama dengan Juda Agung yang telah dilantik lebih awal.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya