Kunci utama untuk keluar dari jebakan tersebut adalah mendorong produktivitas melalui pembukaan lapangan kerja secara masif bagi generasi muda.
“Jadi, ini memang sebuah tantangan sekaligus visi. Dari sisi fiskal, ruang fiskal harus kita jaga dan tetap prudent. Penerimaan perlu didorong dan belanja lebih berkualitas. Inilah kita memasuki 2027 dengan tantangan yang ada,” ungkap Juda.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Juda memaparkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 akan difokuskan pada tiga pilar strategis, yakni pertumbuhan, perlindungan, dan transformasi ekonomi.
Upaya mendorong pertumbuhan dilakukan dengan memperkuat daya beli masyarakat, mengakselerasi investasi, serta memacu hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Sementara itu, pilar perlindungan sosial difokuskan pada perlindungan konsumsi masyarakat kelompok menengah ke bawah melalui skema bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, stabilisasi harga pangan dan energi, serta pengendalian inflasi.