BOGOR - Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 sebagai pijakan bertahap menuju capaian 8 persen pada 2029. Target tersebut dipasang untuk memanfaatkan momentum bonus demografi nasional sebelum masa tersebut berakhir.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan, Indonesia saat ini berada pada puncak bonus demografi, ketika proporsi penduduk usia produktif jauh lebih dominan dibandingkan usia nonproduktif. Namun, jendela kesempatan tersebut diperkirakan hanya tersisa sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan.
Jika produktivitas dan penciptaan lapangan kerja tidak dipacu sejak sekarang, Indonesia berisiko menanggung beban ketergantungan yang tinggi ketika populasi memasuki fase menua.
“Artinya apa? Kita bisa tua sebelum kaya. Jadi, angka 6 persen tahun depan, 8 persen di 2029 ini adalah sebuah visi yang memang harus kita capai di periode yang enggak terlalu lama lagi,” kata Juda dalam Media Gathering di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Juda memperingatkan, apabila laju pertumbuhan ekonomi terus stagnan di kisaran 5 persen, Indonesia terancam terus terjebak dalam perangkap negara berpenghasilan menengah (middle income trap).