Kebutuhan diversifikasi energi ini kian krusial mengingat angka konsumsi LPG nasional saat ini telah menembus 8,6 juta ton per tahun. Dari total kebutuhan tersebut, fasilitas pengolahan di dalam negeri hanya mampu memproduksi sekitar 1,6 juta hingga 1,7 juta ton, sedangkan mayoritas sisanya harus dipenuhi melalui jalur impor.
Di sisi lain, seluruh pasokan bahan baku CNG dapat dipenuhi secara mandiri oleh industri domestik melalui pemanfaatan gas cair C1 dan C2 yang dipadatkan (compress) hingga mencapai tingkat tekanan tertentu. Gas cair C1 dan C2 merupakan komponen gas alam (natural gas) yang didominasi oleh senyawa metana (C1) serta etana (C2) yang telah dicairkan demi menunjang kemudahan proses penyimpanan dan mobilitas transportasi.
(Dani Jumadil Akhir)