Laba Diproyeksi Rp200 Miliar di 2027, Market Cap SEMA Berpotensi Tembus Rp2 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis
Jum'at 09 Oktober 2026 20:08 WIB
Proyeksi Laba SEMA (Foto: Okezone)
Share :

Sementara itu ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, melihat pertumbuhan infrastruktur digital masih cukup kuat dalam tiga sampai lima tahun ke depan. 

“Masih cukup optimis, 3-5 tahun ke depan untuk pertumbuhan infrastruktur, terutama karena demand AI,” kata Dipo. 

Menurutnya, investasi data center berpotensi menciptakan efek berganda bagi industri domestik, termasuk pemasok infrastruktur kelistrikan. 

“Kalau yang lebih dasar, peralatannya, misalnya kelistrikan, selama standarnya internasional harusnya di Indonesia pun seharusnya itu menciptakan multiplier effect,” ujarnya. 

Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Ian Yosef M. Edward, menilai pertumbuhan AI akan meningkatkan kebutuhan fasilitas data center berkapasitas tinggi. 

“Dengan peningkatan pemanfaatan AI yang akan signifikan beberapa tahun ke depan, maka diperlukan peningkatan kapasitas data center khusus dan data center dengan GPU as a Service,” kata Ian. 

“Peluangnya sangat besar karena kebutuhan penggunaan GPU as a Service berbanding lurus dengan ketersediaan infrastruktur kelistrikan dan equipment pendukung yang disediakan perusahaan lokal dengan harga yang lebih kompetitif,” ujarnya. 

Dalam keterbukaan informasi Nomor SI-344/KI-Corsec/09/2026 tanggal 30 September 2026, SEMA menjelaskan bahwa perseroan memperoleh kontrak terkait proyek Data Center CGK5 dan CGK7 sebagai pemasok PTU dan SKID. 

Perseroan mengategorikannya sebagai Kontrak Penting karena nilai yang sangat material, besarnya skala pekerjaan, dan relevansinya terhadap strategi pengembangan usaha. 

Korporasi menegaskan bahwa lingkup pekerjaannya bukan seluruh sistem kelistrikan data center. Nilai kontrak dan sejumlah informasi komersial juga belum diumumkan kepada publik karena ketentuan kerahasiaan, dengan tetap memperhatikan kewajiban keterbukaan informasi.

Bagi perseroan, kontrak ini bukan sekadar tambahan pekerjaan, melainkan kesempatan memperkuat rekam jejak, meningkatkan daya saing teknis dan membuka peluang proyek-proyek serupa di masa mendatang. 

Perpaduan kontrak material yang telah diperoleh, prospek pertumbuhan infrastruktur AI, serta peluang peningkatan pendapatan menjadi dasar optimisme terhadap pengembangan bisnis SEMA.  

Meski demikian, realisasi laba dan valuasi tetap bergantung pada pelaksanaan kontrak, pengendalian biaya, kebutuhan modal kerja, serta kondisi pasar modal.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Finance lainnya