JAKARTA – Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak China bekerja sama dalam riset pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi ekonomi daerah, mengatasi hambatan investasi, serta mendorong pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Iftitah mengusulkan agar penelitian bersama tersebut dimulai di satu atau dua kawasan transmigrasi. Riset akan difokuskan pada pemetaan potensi ekonomi, identifikasi hambatan investasi, serta pemetaan kebutuhan keterampilan tenaga kerja untuk mendukung pengembangan industri.
“Saya ingin kita memilih satu atau dua kawasan nyata dan mengerjakannya bersama. Petakan rantai nilainya, identifikasi hambatannya, dan pelajari kesenjangan keterampilannya,” ujar Iftitah, Kamis (15/10/2026).
Menurut Iftitah, Indonesia memiliki banyak kawasan transmigrasi dengan potensi ekonomi yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan hingga sumber daya mineral. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh industri pengolahan, akses pasar, teknologi, dan ketersediaan tenaga kerja terampil.
Karena itu, kerja sama penelitian terapan diharapkan menghasilkan solusi konkret untuk mengatasi berbagai hambatan pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus menarik investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.