JAKARTA - PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) akhirnya memilih merger dengan perusahaan media PT Elang Mahkota Teknologi (EMTK) dan PT Surya Citra Televisi Tbk (SCMA).
Padahal, sebelumnya ada sejumlah pihak dari dalam maupun luar negeri yang 'menawar' Indosiar. Nama-nama besar seperti Erick Thohir pemilik PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Chairul Tanjung (CT) bos Trans Corp juga disebut-sebut sangat berminat dengan stasiun televisi itu yang tengah terlilit masalah. Tak pelak, kondisi tersebut memaksa stasiun berlogo ikan terbang itu untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah besar karyawannya.
Sebelumnya, pada akhir 2010 lalu, Mahaka Media yang dimiliki Erick Tohir mengalami kenaikan harga saham hingga 204 persen. Kenaikan saham ini karena perseroan memiliki agenda mengakuisisi PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM).
Direktur Pengawasan BEI Urip Budiprasetyo melakukan pemanggilan untuk meminta keterangan manajemen apakah ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat ini. "Sepertinya begitu, nanti kita minta keterangan," kata dia kala itu.
Lalu, CT dikabarkan akan mengambil alih kepemilikan saham di Indosiar. CT pun mengisyaratkan dan tak menampik bila akan menambah kembali stasiun televisi. "Belum dan tidak ada pembicaraan dengan Indosiar. Sekarang kita baru punya dua televisi, kalau ada empat kan boleh lah, kalau ada media yang mau bergabung silahkan, karena kita sudah sepatutnya kepada siapa pun untuk bergabung dengan Trans TV dan Trans 7," katanya pada awal kuartal II tahun lalu.
Tak hanya itu, Pemilik saluran TV5 Filipina dilaporkan akan berinvestasi di Indosiar. ABC Development Corp, yang menjalankan TV5, dikabarkan akan membeli Indosiar, stasiun televisi publik nasional yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mayoritas dimiliki oleh Ketua First Pacific Co Ltd, Anthoni Salim.
"Kami akan bermitra dengan Indosiar. Ini akan menjadi investasi untuk TV5," kata Presiden TV5 Ray Espinosa, dilansir di ABS-CBN News, belum lama ini.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.