PTPN VIII Ekspor Pisang Mas Kirana ke Singapura

Hendra Kusuma, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2013 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 06 320 908188 UJ9oHmYusA.jpg Pisang Mas Kirana (Foto: Hendra/Okezone)

SUBANG - PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) melakukan ekspor perdana buah pisang jenis Mas Kirana seberat 7.260 kilogram (kg) atau 7,2 ton dengan nilai 5.445 dolar Singapura atau Rp51,1 juta tujuan Singapura. Lahan yang digarap sejak 2012 lalu dan ditanami buah-buahan memiliki luas 4.017,02 hektare yang terdiri dari buah pisang, papaya, manggis, durian, alpukat, dan buah lainnya.

Direktur Utama PTPN VIII Dadi Sunardi mengatakan, dari luasan lahan tersebut, jenis buah pisang memiliki areal paling luas yakni mencapai 1.342,53 hektare. Menurutnya, ekspor perdana ini membuktikan bahwa manajemen PTPN VIII, serius menggarap bisnis di luar komoditi utama lainnya seperti teh, karet, dan sawit.

"Hingga Oktober 2013 tanaman buah pisang sudah menghasilkan 93.279 kg dan buah pepaya 3.742 kg," kata Dadi di Packing House PT Perkebunan VIII, Jalupang, Subang, Jumat (6/12/2013).

Mengenai pendistributoran hasil panen, Dadi menuturkan bahwa hasil tersebut dijual ke beberapa distributor seperti PT Sewu Segar Nusantara, PT Laris Manis Utama, PT Mandiri Sukses Pratama, PT Mulia Raya, PT Indored, PT Agromali, Koperasi Tani Kuno dengan wilayah pemasaran di seluruh Indonesia. Dari kedua jenis buah tersebut, prognosa sampai dengan akhir Desember 2013 diperkirakan laba yang akan diperoleh PTPN VIII sebesar Rp1,04 miliar.

Lanjut Dadi, pengembangan komoditas buah-buhan, bagi PTPN VIII bukan tanpa alasan. Selain dalam rangka meningkatkan pendapatan perusahaan melalui optimalisasi lahan, manajemen juga menangkap peluang adanya potensi pasar yang demikian besar terhadap kebutuhan akan buah-buahan, baik pasar lokal maupun pasar luar negeri.

Apalagi, PTPN VIII mentargetkan pada 2016 mendatang bisa menjadi salah satu pelaku bisnis utama produk buah-buahan bernilai tinggi di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Hal tersebut, didukung dengan pemerintah yang memberlakukan aturan pembatasan hortikultura untuk sejumlah komoditas buah-buahan.

"Ini tentu akan membuat pasar buah-buahan tropis, setidaknya pasar di dalam negeri akan semakin membesar," tambahnya.

Oleh karena itu, untuk mewujudkannya, PTPN VIII terus berupaya menambah luasan areal tanaman buah-buahan. Manajemen menargetkan pada 2017 luas areal tanaman buah-buahan bisa mencapai 18.214 hektare.

Sebagian penanaman buah-buahan akan dilakukan di sela-sela tanaman pokok (teh, karet, sawit), termasuk pada lahan-lahan cadangan, dan lahan yang akan dikonversikan dari tanaman teh yang saat ini sudah tidak mampu menghasilkan produktivitas tinggi akibat menurunnya daya dukung lahan dan ketidaksesuaian lahan untuk komoditas teh.

Dapat kita ketahui, Pelepasan ekspor secara simbolis dilakukan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Acara yang dilakukan di Kebun Jalupang, dihadiri jajaran Direksi PTPN VIII dan pejabat terkait. Mengenai harga pisang jenis Mas Kirana dibanderol 0,75 dolar Singapura. (kie)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini