Kembangkan Tanaman Obat, PTPN VIII Gandeng Kimia Farma

Silvia Ramadhani, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2014 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 11 320 938869 P8jSAlpbL6.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan. Namun, Indonesia juga mempunyai tumbuhan Kina yang diklaim memiliki kualitas yang lebih baik daripada kina hasil produksi perkebunan di Afrika.

Sayangnya, hingga saat ini pemberdayaan kina di Indonesia masih belum maksimal. Karenanya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan perlunya satu terobosan baru untuk mengembangkan kina tersebut.

"Kina ini legendaris sekali. Ternyata bisnis kina di PTPN VIII selama 10 tahun hanya sekali enggak rugi. Sehingga harus ada pemikiran baru bagaimana mengembangkan kina, tetap enggak boleh lagi rugi seperti itu," kata Dahlan saat ditemui usai lari pagi di Monas, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Dahlan menjelaskan, PTPN VII perlu melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk mengembangkan kina tersebut. "Nah PTPN VIII akan buat kebun kina 300 hektar di Bandung barat, tempat aslinya ditemukan," katanya.

Menurut dia, nantinya Kimia Farma akan menjadi partner yang turut menyelamatkan kina dari kepunahan. "Kimia Farma akan menjadi pembelinya, sudah sepakat kina dikembangkan agar tidak punah," tambahnya.

Dia melanjutkan, saat ini diperlukan satu perkebunan kina yang modern untuk menyelamatkan kina tersebut dari kepunahan, mengingat kina khas Indonesia memiliki kualitas lebih bagus dari pada kina asal negara lain.

"Lebih dari 10 tahun rugi terus, kina kita lebih baik dari dulu, jadi harus di sistem perkebunan yang modern. Kina di Afrika ada, tapi tidak sebagus yang di Bandung. Diharapkan kina ini tidak punah," pungkasnya.

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini