Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBM Naik, Penyaluran Kartu Sakti Tak Boleh Terhambat

Bramantyo , Jurnalis-Selasa, 11 November 2014 |20:40 WIB
BBM Naik, Penyaluran Kartu Sakti Tak Boleh Terhambat
Ilustrasi kenaikan harga BBM bersubsidi. (Foto: Okezone)
A
A
A

SOLO - Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintahan Jokowi semakin menuai kritikan dari berbagai masyarakat luas. Pasalnya kenaikan BBM akan semakin membebankan bagi masyarakat kecil.

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Hatta, menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM ke Rp9.000 per liter semakin mempersulit masyarakat kecil.

"Harga BBM BBM dinaikkan menjadi lebih dari Rp9.000, ini berarti berada diatas harga keekonomisan. Tidak akan membantu rakyat, justru akan mencekik rakyat," ungkapnya di Kampus UNS Solo Jawa Tengah, Selasa (11/11/2014).

Padahal ungkap Hatta, harga minyak dunia saat ini mencapai 80 dollar Amerika per barel. Berarti harga minyak di dalam negeri berkisar Rp8.000 per liter. Jadi menaikkan harga BBM menjadi Rp9.000 lebih per liter akan berada di atas harga keekonomisan.

Menurut dia, rencana kenaikan harga BBM tersebut juga membuat kalang kabut di parlemen dan mitra komisi XI seperti Bank Indonesia yang juga mengurusi keuangan makro.

Hatta menegaskan jangan sampai program pemerintah terkait peluncuran Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diluncurkan sebagai antisipasi dampak kenaikan harga BBM, juga masih belum jelas realisasinya.

"Sebab pendanaan kartu tersebut, tidak jelas. Jika berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR), maka seharusnya tidak dikelola pemerintah karena itu berasal dari masyarakat," ungkapnya.

"Memang bola berada di tangan pemerintah, tidak perlu konsultasi ke DPR karena DPR hanya menganggarkan saja. Tetapi, pendapatan anggaran yang diperoleh dari optimalisasi tersebut, harus dibicarakan dengan DPR," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement