"Ada tiga opsi, yaitu subsidi tetap, penurunan BBM, sama subsidi mengikuti fluktuasi harga minyak dunia," kata Plt Dirjen Migas Naryanto Wagimin di gedung Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Di antara tiga opsi tersebut, pihaknya mengaku belum mengetahui akan memilih opsi yang mana. Hanya saja, pihaknya mengisyaratkan akan memilih opsi antara subsidi tetap atau penurunan harga mengikuti harga minyak dunia.
"Kita ajukan subsidi tetap sama penurunan harga mengikuti harga minyak dunia. Kita pilih yang mana belum tahu, masih dikaji," tambahnya.
Naryanto mengungkapkan, dengan mengikuti harga fluktuatif minyak dunia yang menurun sampai beberapa waktu ke depan, subsidi BBM bisa menjadi lebih murah. Selain itu, masyarakat juga tidak direpotkan dengan naik turun harga.
Sedangkan terkait opsi subsidi tetap, hingga saat ini Kementerian ESDM masih mengkaji berapa besarannya, apakah mampu bisa diterapkan atau tidak. Pasalnya, menurut dia sewaktu-waktu harga minyak dunia bisa kembali naik.
(Rizkie Fauzian)