JAKARTA - Indonesia diminta untuk mencontoh negara India yang berhasil memangkas current account deficit (defisit neraca berjalan). Pasalnya, defisit neraca berjalan di India berada di bawah 1 persen dari Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB).
"India itu berhasil memangkas defisit neraca berjalannya hingga sekian persen. Indonesia dapat mencontoh ini," kata Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara di Mandarin Oriental Jakarta, Kamis (5/3/2015).
Mirza mengatakan, target defisit neraca berjalan di Indonesia dapat tercapai jika Indonesia dapat memanage ekspor dan impor dengan baik. Terlebih lagi tidak adanya biaya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi sinyal yang baik untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Namun, pemerintah juga perlu melakukan recovery terhadap harga komoditas di Indonesia. Sebab, Mirza mengatakan hal tersebut menjadi salah satu faktor untuk keberhasilan pencapaian target defisit neraca berjalan.