nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naikkan Harga BBM, Presiden Dinilai Tak Punya Empati

Raisa Adila, Jurnalis · Rabu 01 April 2015 18:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 04 01 19 1127776 naikkan-harga-bbm-presiden-dinilai-tak-punya-empati-gijWPPqIPd.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Antara)
JAKARTA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai hanya membuat masyarakat semakin menjerit. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap tidak memiliki perasaan empati terhadap rakyat.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadai menganggap, kenaikan harga BBM sebesar Rp500 per liter pada 28 Maret lalu dianggap sebagai beban hidup konsumen. Sebab, kenaikan tersebut dilakukan saat ada lonjakan harga bahan pangan seperti beras dan kenaikan tol serta kereta api.

"Kenaikan harga BBM ini tanpa rasa empati, tidak memperhatikan masyarakat dan daya beli konsumen," jelas Tulus di kantornya, Rabu (1/4/2015).

Selain itu, Tulus menganggap pemerintah telah gagal mewujudkan tarif angkutan umum yang adil bagi masyarakat dan operator. Dengan fluktuasi harga BBM hanya akan membuat tarif angkutan bergejolak yang menimbulkan konflik antara penumpang dan supir angkutan.

Sementara itu, Tulus berpendapat tidak seharusnya pemerintah mencabut subsidi energi secara serentak sebelum menyiapkan skema kebijakan untuk mengamankan dampak yang ditimbulkan. Termasuk menerapkan harga BBM yang fluktuatif.

Pemerintah dikatakan hanya menjadikan harga minyak mentah dunia sebagai kamuflase atas kenaikan harga BBM.

"Justifikasi kenaikan BBM hanya kamuflase saja. Saya lebih melihat sebagai orang awam untuk menomboki ambruknya nilai Rupiah terhadap dolar," ucap Tulus.

Tak hanya itu, YLKI mengkritisi pemerintah yang belum memberikan kompensasi atas pencabutan subsidi energi tersebut. Pemerintah juga seharusnya dapat secara konsisten merombak politik kebijakan energi dengan mengutamakan dan mengembangkan energi barui dan terbarukan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini