"Situasi Indonesia yang daya beli masyarakat rapuh ini membuat fluktuasi harga BBM mengkhawatirkan," ungkap pengamat energi Tri Yuswijayanto kepada Okezone di Jakarta, Kamis (2/4/2015).
Menurutnya, kenaikan harga BBM sebesar Rp500 per liter yang baru saja terjadi akan membuat harga-harga lain ikut merangkak naik. Hal inilah yang dikhawatirkan menjadi pelemahan daya beli.
Tri juga menganggap bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum siap menganut sistem ekonomi liberal. Sehingga, permasalahan harga BBM yang diserahkan pada mekanisme pasar ini akan menjadi boomerang nantinya.
Terlebih lagi, masyarakat masih belum siap menerima naik turunnya harga pada komoditas lain yang dipengaruhi oleh kenaikan BBM. "Sebenarnya kalau harga turun ya tidak usah diturunkan, dibuat tetap saja, ini memberikan stabilitas harga," jelas dia.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.