Usaha kerajinan tangan berbentuk lukisan tiga dimensi dan miniatur itu sudah digeluti, bapak empat orang anak ini sejak tahun 1986. Mulanya dirinya terinspirasi dari membuat kerajinan tangan berbentuk peta ditempat dirinya mengajar.
Selain itu, kata dia, terinspirasinya pembuatan kerajinan dari limbah kertas ini, juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, banyak tumpukan sampah kertas yang berserakan. Dari sana, kerajinan limbah tersebut mulai berangsur digelutinya.
Namun, setelah beberapa lama kemudian, dirinya berkeyakinan, jika kerajinan ramah lingkungan ini dapat menghasilkan pundi-pundi Rupiah. Sebab, kerajinan yang dihasilkan tersebut memiliki nilai seni yang tinggi.
Meskipun sejak tahun 1986 sudah mulai menggeluti usaha kerajinan limbah kertas, lanjut Amir, dirinya baru serius terhadap usaha kerajinan tahun 2002. Hal itu, kata dia, lantaran dirinya telah pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiang.
''Awalnya hanya coba-coba membuat peta dari limbah kertas. Dalam pikiran saya jika usaha ini digeluti, tentu akan menghasilkan uang. Pertama saya buat peta Indonesia, patung yang semuanya berbahan baku limbah kertas,'' kata pensiunan guru salah satu SMP di Kabupaten Kepahiang ini, saat ditemui okezone, dikediamannya.