Dari hasil usaha lukisan berbahan baku limbah itu, kata dia, bisa menguliahkan keempat anaknya hingga lulus strata satu atau sarjana. Sebab, dari gaji pensiunan yang ia miliki tidak mampu membiaya uang kuliah anaknya semasa itu.
''Alhamdulillah, uang hasil dari penjualan lukisan saya ini bisa membantu pembayaran uang kuliah anak saya dulu,'' aku Amir lagi.
Ia optimis, kerajinan yang mulai digeluti sejak 29 tahun silam ini nantinya akan berkembang pesat di lingkungan Kabupaten Kepahiang khususnya dan di seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu pada umumnya.
''Saya sudah memberikan pelatihan-pelatihan kepada anak-anak remaja. Tujuannya, tidak lain agar kaula muda dapat memanfaatkan limbah kertas ini menjadi usaha yang bisa menghasilkan uang,'' pungkas Amir.
(Rizkie Fauzian)