Suami dari Zubaidah (65) ini mengaku, buah karya kerajinan berbahan baku limbah kertas, mulai dari kertas buku, kertas pack rokok, karpet telur dan koran itu, sudah menembus pasaran luar Provinsi Bengkulu. Seperti, pulau Kalimantan, Bangka Belitung, Pekan Baru, Sukabumi, Jawa Timur, Sumatera Barat.
''Saya membuat kerajinan tangan berbentuk lukisan ini dengan berbagai jenis lukisan tiga dimensi dan miniatur. Mulai dari, Icon Bunga Rafflesia, Bunga Bangkai, Buah naga, burung hantu, harimau, lukisan sapi yang berada di tengah sawah, topeng, serta lukisan dan miniatur lainnya,'' jelas pria kelahiran 12 April 1947 silam.
Pembuatan kerajinan ramah lingkungan itu, lanjut pria yang dinobatkan sebagai keluarga Sakinah di Kabupaten Kepahiang ini, secara tidak langsung langsung telah menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Selain itu, tambah dia, motivasi dalam menggeluti usaha itu juga salah satu upaya mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Kepahiang.
''Saya juga sudah menyalurkan ilmu kerajinan ini kepada remaja dan kaum Ibu Rumah Tangga di desa-desa di Kepahiang. Setidaknya keahlian dalam membuat kerajinan dari limbah kertas ini dapat menambah penghasilan pendapatan,'' terang Amir.
Disinggung masalah proses pembuatan lukisan tiga dimensi dan miniatur, terang Amir, satu lukisan dapat diselesaikan satu hingga satu minggu, tergantung dengan ukuran lukisan yang akan dibuat.
''Harga setiap lukisan saya ini mulai dari Rp25 ribu hingga Rp500 ribu per buah. Kalau sebulan saya mampu meraup penghasilan sekira Rp2 juta hingga Rp3 juta,'' ungkap Amir.