Cerita Faisal Basri Soal Aksi Tipu Rusal Rusia

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2015 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 26 19 1155452 cerita-faisal-basri-soal-aksi-tipu-rusal-rusia-qCVayz0EuI.jpg Cerita Faisal Basri Soal Aksi Tipu Rusal Rusia (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, pemerintah telah memberikan akomodasi Rusal Rusia. Ungkapan tersebut juga ada sangkut pautnya dengan tudingan dirinya kepada Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa terkait kekacauan industri bauksit nasional.

Menurut Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009 juga setelah diteliti lebih dalam tidak ada pengaturan soal larangan ekspor. Padahal, pemerintah selalu menyebutkan bahwa UU tersebut mewajibkan perusahaan tambang untuk bangun pabrik pemurnian atau smelter untuk mendapatkan izin ekspor.

"Jelas baca UU seribu kali tidak ada larangan ekspor. Terus lihat perubahan dari waktu ke waktu yang saya present kemarin. Itu dalam waktu sekejap berubah-berubah. Larangan ekspor boleh lagi. Kan 2012 pernah dilarang tiga bulan ke depan. Makanya produksi bauksit kan turun terus boleh lagi. Jadi menunjukkan adanya negosiasi," kata Faisal, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

Faisal Basri-Biem Benyamin Jalani Tes Kesehatan

Faisal menyebutkan, keterlibatan Rusal Rusia yang diakomodasikan pemerintah juga merupakan langkah yang salah. Padahal, perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang telah mangkir dari kesepakatan.

"Pada 2007 dia sudah MoU dengan Antam, tapi tidak ada bekasnya. Dan sekarang terbukti. Bahkan di MK pun saya katakan, ini bukan kali pertama saya sampaikan," tambahnya.

Bahkan, sambung Faisal, pernah mengungkapkan bahwa Rusal Rusia tidak akan pernah membangun smelter yang sebagai amanat UU Smelter Nomor 4 Tahun 2009.

"Tidak akan Rusal ini bangun smelter. Sekarang boro-boro peletakan batu pertama. Sekarang baunya pun sudah tidak ada. Jadi, kalau saya sih mulai dari hasil. Hasilnya tidak ada Rusal bikin smelter. Hasilnya Rusal untung besar dan saya katakan tidak ada perusahaan smelter yang berani membangun fasilitas smelter kalau tidak punya konsesi bauksitnya," tutupnya. (fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini