Dari hasil blusukannya ini, Jokowi mendapati waktu bongkar muat di pelabuhan atau dwelling time masih terlama jika dibandingkan negara-negara tetangga lainnya.
Padahal, Presiden Jokowi sudah menginstruksikan agar dwelling time dipangkas menjadi 4,7 hari dari rata-rata 8 hari.
"(Fokus) pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok, terutama yang terkait dengan dwelling time, karena kita termasuk yang terlama," tegas Jokowi dilokasi, Jakarta, Rabu (17/6/2015).
Menurut Jokowi, masih lamanya dwelling time di pelabuhan-pelabuhan Indonesia karena faktor pelayanan tidak mau melayani dengan cepat.
"Yang melayani enggak mau cepat," Jokowi kembali tegas.
Hingga saat ini, Jokowi mengakui belum ada perubahan signifikan mengenai penyelesaian dwelling time. Padahal, sudah sering kali melakukan rapat terbatas (ratas) membahas dwelling time.