Sementara itu, untuk fasilitas terminal sendiri, menurut Jokowi hal tersebut sudah baik. Namun, melayani dengan cepat adalah masalah yang harus diselesaikan.
"Ya kalau melihat fasilitasnya sudah baik. Hanya sekali lagi, melayani cepat itu yang belum," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengintstruksikan agar waktu dwelling time di pelabuhan-pelabuhan besar dipangkas dari rata-rata 8 hari menjadi 4,7 hari. Dengan demikia akan mendapat penghematan sekira Rp700 triliun per tahun.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menjelaskan, saat ini biaya logistik di pelabuhan Indonesia sekira 24,5 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Angka penghematan ini dicapai jika biaya logistik diturunkan hingga 20 persen dari GDP.
(Rizkie Fauzian)