Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presdir Astra Daihatsu Motor, Terbiasa Mandiri Sejak Kecil

Koran SINDO , Jurnalis-Kamis, 25 Juni 2015 |10:41 WIB
Presdir Astra Daihatsu Motor, Terbiasa Mandiri Sejak Kecil
Presiden Direktur ADM Sudirman Maman Rusdi. (Foto: Koran Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Kesuksesan Sudirman Maman Rusdi dalam menjalani karier di dunia automotif hingga kini menjabat Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor (ADM) ternyata tidak diperoleh begitu saja.

Banyak jalan berliku yang dilaluinya. Dia menapaki jenjang karier dari nol, termasuk membuka lahan untuk pabrik mobil bersama teman seangkatannya. Sejak kelas 3 SMP Sudirman bertekad untuk mandiri. Dia rela memisahkan diri dari orang tua untuk bersekolah di STM di kota kelahirannya, Tasikmalaya.

Lulus dari STM di Tasikmalaya, berbekal ijazah dia merantau ke Jakarta untuk kuliah pada akhir 1973. Di Ibu Kota, bukannya kuliah, dia malah bekerja di perusahaan joint venture PT Balikpapan Forest Industry yang saat itu membutuhkan tenaga kerja untuk dilatih di Jepang selama 1,5 tahun. Di perusahaan itu dia belajar bagaimana membuat kayu lapis. ”Setahun di sana, tapi pabriknya tidak jadi dibangun. Akhirnya selesai kontrak, saya pulang ke Jakarta lagi,” ujarnya.

Pengalaman training dari Jepang dimanfaatkan oleh Sudirman dengan baik. Sepulangnya ke Indonesia, dia bekerja di perusahaan aluminium yaitu PT Aluminium Work Indonesia yang juga perusahaan joint venture. Suatu hari dia melihat lowongan kerja di surat kabar dan memutuskan untuk mencoba melamarnya. Perusahaan itu pun tidak diketahuinya karena alamatnya hanya berupa PO BOX. ”Akhirnya saya masukin lamaran. Saya belum tahu itu perusahaan apa,” imbuhnya.

Setelah mengikuti tes dan wawancara beberapa tahap, akhirnya dia diterima di perusahaan tersebut yang ternyata adalah Astra Daihatsu Motor, yang merupakan bagian dari Astra International. Awalnya banyak yang mempertanyakan alasan dia pindah karena di perusahaan sebelumnya sudah mendapatkan fasilitas yang bagus dibandingkan dengan posisinya di perusahaan yang baru ini.

”Saat itu saya melihat Astra dan automotif akan dibutuhkan di Indonesia. Saya menganggap ini ladang yang subur. Saya ingin menjadi bibit yang baik. Kalau bisa jadi bibit yang baik, saya mau tumbuh bersama- sama. Itu saja pertimbangan saya,” terangnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement