"Dari data yang ada, jumlah pemohon yang mengajukan jadi pengolah limbah B3 semakin meningkat," kata Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Laksmi Dewanti, di Bandung, Kamis (17/9/2015).
Pada periode 2013-2014, jumlah perusahaan pengelola limbah B3 ada 821 meningkat 77 persen dibanding sebelumnya. Dari jumlah tersebut, total ada 14.38 orang yang menjadi tenaga kerja.
Adapun jumlah limbah B3 yang diolah, mencapai 193 juta ton. Limbah B3 yang diolah itu di antaranya katalis bekas, aki bekas, fly ash dan bottom ash, dan sludge oil.
Setelah diolah, limbah B3 itu di antaranya bisa digunakan untuk bahan konstruksi jalan, bahan batako, bahan baku pada industri semen, recovery logam berharga, hingga dijadikan bahan bakar alternatif.