Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aksi Nyentrik Susi Pudjiastuti Basmi Maling Ikan

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2015 |06:08 WIB
Aksi Nyentrik Susi Pudjiastuti Basmi Maling Ikan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Foto: Okezone)
A
A
A

Dalam kerja sama ini, Indonesia melalui Menteri Susi mengusulkan beberapa poin kerja sama, antara lain:

1. Indonesia mengajak Australia untuk melakukan patroli dekat perbatasan.

2. Indonesia mendorong Australia untuk menyediakan segala keperluan bantuan dan pengawalan dalam melawan IUUF, serta mempromosikan perikanan yang berkelanjutan.

3. Indonesia dan Australia masuk dalam anggota dari aksi perencanaan regional untuk mendorong praktek perikanan bertanggung jawab termasuk melawan IUUF di wilayah regional.

4. Indonesia mengapresiasi Australia yang terus mendukung budi daya coral dan terumbu karang perikanan dan ketahanan pangan sebagai partner pengembang.

Usai menanda tangani perjanjian kerja sama, Menteri Barnaby pun melontarkan pujian kepada Susi Pudjiastuti. Barnaby bilang, Menteri yang berani menenggelamkan kapal ilegal ini terkenal di Australia dan membuat perairan Indonesia terlindungi dengan baik dengan diperlihatkan foto-foto kapal illegal yang ditangkap oleh Susi. Menurut Barnaby, langkah seperti itu penting untuk melindungi wilayah perairan. "Susi perempuan yang kuat dan melaksanakan pekerjaan luar biasa," imbuhnya.

Dalam pertemuan ini, Susi memberikan kenang-kenangan sehelai kain batik kepada Barnaby dan Barnaby yang datang ke kantor Susi mengenakan setelan jas merasa tersanjung dengan pemberian kain batik dari Susi. Layaknya kerja sama yang telah terjalin dengan baik, Susi pun mendapat kenang-kenangan dari Barnaby dengan membawa kain limited edition yang hanya ada empat di dunia.

Pada hari yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan telah menggagalkan upaya penyeludupan 320 ribu bibit lobster. Pencegahan tersebut berhasil dilakukan di Bandara Yogyakarta.

"320 ribu bibit lobster kecil-kecil sekali dari Airport Jogjakarta, saya ucapkan terima kasih kepada Bea Cukai yang telah bantu bersama Polda," papar Susi.

Susi mengatakan, 320 ribu bibit lobster tersebut akan dilepas di Laut Yogyakarta Selatan. Tindakan ekspor ini dinilai merugikan nelayan Indonesia. Kalau saja lobster 320 ribu itu ditaruh di alam, 30 persennya saja bisa menghasilkan jutaan dolar. Sedangkan jika dijual dalam bentuk bibit. Nelayan hanya dibayar USD1 untuk satu ekor. Sehingga uang yang dihasilkan dengan menjual bibit hanya USD320 ribu.

"Ini merugikan nelayan, kita menangkap eksportirnya di airport Jogja dan ini mereka pasti akan coba di semua airport yang transit ke Singapura," imbuh Susi.

Menjelang akhir pekan, pada Jumat 9 Oktober, Susi Pudjiastuti membawa kabar gembira bagi peternak budidaya ikan. Susi bilang, peternak tidak akan diberatkan lagi lantaran akan ada pakan ikan budidaya dengan harga Rp5.000 per kg. Pakan murah tersebut, akan diproduksi oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Meskipun murah, kualitas pakan ikan ini sudah terjamin. Pasalnya Susi bilang, dari hasil penelitian laboratorium pakan ini sudah memenuhi kriteria SNI.

Selama ini, harga pakan ikan di pasaran masih berkisar antara Rp8.000 sampai Rp9.000 per kg.

"Saya terima kasih untuk terobosan dari pabrik pakan yang bisa mengadakan pakan yang harga begitu murah, saya apresiasi terobosan ini dari grup Japfa dan kawan di Asosiasi Gabungan pakan ternak ikan," imbuh Susi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement