Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantangan Ekonomi Masih Berat

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 04 Januari 2016 |13:16 WIB
Tantangan Ekonomi Masih Berat
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

Dalam kondisi tersebut, Bambang mengatakan, sumber pertumbuhan ekonomi 2016 akan ditopang melalui pengeluaran pemerintah atau APBN. Oleh karena itulah APBN 2016 didesain ekspansif. ”Sumber pertumbuhan lainnya akan didorong oleh investasi swasta yang riil dan portofolio. Itulah mengapa kita rajin mengeluarkan paket kebijakan serta menjaga daya beli masyarakat supaya tetap stabil,” ujarnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, pemerintah akan lebih fokus untuk mengelola tantangan domestik yang dapat dijangkau. Anjloknya harga-harga komoditas di pasar internasional memicu pemerintah untuk mendorong industrialisasi. ”Kita coba mendorong pelaksanaan investasi dan infrastruktur. Supaya berhasil memang perlu perbaikan. Maka dari itu, kita keluarkan deregulasi,” kata Darmin.

Dia menyebut tantangan lain dari sisi domestik adalah penerimaan pajak yang sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional juga membuat penerimaan pajak melambat. ”Karena penerimaan pajak kita sebagian besar berasal dari perusahaan. Kalau perusahaan, begitu ekonomi melambat, profitnya turun banyak berarti penerimaan (pajak) juga melambat,” tutur Darmin. Selain itu, mantan Dirjen Pajak itu berharap, langkah pemerintah mengubah pola pembiayaan anggaran bisa memperbaiki penyerapan di 2016.

Dengan demikian, diharapkan pengeluaran pemerintah bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. Di bagian lain, realisasi penerimaan pajak hingga akhir 2015 hanya mencapai Rp1.055 triliun (neto) atau 81,5 persen dari target APBNP 2015 sebesar Rp1.294,25 triliun. Dengan demikian, kekurangan penerimaan pajak mencapaiRp239triliun. ”Tentu ada rasa tidak puas dari pencapaian 2015. Namun saya juga bersyukur bahwa hasil yang dicapai tersebut adalah hasil yang terbaik di tengah perlambatan ekonomi,” kata Menkeu Bambang Brodjonegoro.

Diamengatakan, biladigabung dengan penerimaan bea dan cukai sebesarRp181triliun(neto), penerimaan perpajakan mencapai Rp1.235,8 triliun atau 83 persen dari target. Adapun realisasi total pendapatannegara secara keseluruhan (sementara) mencapai Rp1.491,5 triliun atau 84,7 persen dari target Rp1.761,6triliun. Bambang menuturkan, pos penerimaan yang tumbuh signifikan adalah pajak penghasilan (PPh) nonmigas mencapai Rp547,5triliun atau tumbuh 19 persen bila dibandingkan dengan tahun 2014. Secara keseluruhan, pajak nonmigas mencapai Rp1.005,7 triliun atau tumbuh 12 persen.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement