Untuk saat ini beban puncak di sulutenggo pada siang hari mencapai 325 mw. Sementara daya mampu pasok 320 mw, khusus untuk Gorontalo daya mampu hanya sekitar 50 mw sementara beban puncak mencapai 80–85 mw .
“Dengan masuknya system PLTG Gorontalo ini, akan menjadi jawaban akan kurangnya listrik di wilayah Sulutenggo, khusunya Gorontalo dan mampu meningkatkan rasio elektrikfikasi hingga 84,4 persen,” pungkas Machnizon.
Sementara itu untuk tahap selanjutnya atau dua unit mesin lainnya, akan segera masuk sistem listrik SULUTGO akhir Februari mendatang.
Cepatnya pengerjaan proyek PLTG Gorontalo ini sebagai wujud nyata keseriusan PT PLN (Persero) untuk mengejar target pembangunan tenaga listrik 35.000 mw yang menjadi program prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam bidang infrastruktur kelistrikan.
Senada dengan itu Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie pada kesempatan yang sama juga mengungkapkan ucapan syukur dan terimakasih atas kerja sama yang apik dengan semua pihak serta kerja keras PLN, sehingga proyek PLTG Gorontalo bisa rampung dan diharap bisa masuk sistem sehingga bisa menambah pasokan listrik masyarakat Gorontalo.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.