nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Bos Djakarta Lloyd Setengah Mati Berusaha Cetak Laba

Hendra Kusuma, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2016 10:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 01 27 320 1298124 cerita-bos-djakarta-lloyd-setengah-mati-berusaha-cetak-laba-UAnNNufvvb.jpg Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Djakarta Lloid (Persero) telah berhasil mencetak laba bersih sejak 2014, setelah hampir 10 tahun terakhir mengalami kerugian hingga disebut hampir menjadi perusahaan BUMN yang akan dilikuidasi.

Direktur Utama PT Djakarta Lloyd (Persero) Arham S Torik mengatakan, pada 2014 Djakarta Lloyd berhasil mencetak laba sebesar Rp12 miliar, pada 2015 berhasil mencetak laba bersih Rp18 miliar.

"Kalau di 2016 kita menargetkan laba sekitar Rp60 miliar," kata Arham saat acara BUMN Marketeers di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Arham menceritakan, butuh tenaga ekstra membangkitkan kembali Djakarta Lloyd yang hampir 10 tahun belakangan ini terseok-seok lantaran mengalami krisis kepercayaan. Di mana, banyak mitra bisnis yang memberikan persepsi negatif bahwa Djakarta Lloyd hanya berisikan para pencuri. "Di perusahaan ini saya tidak hanya sebagai direktur utama, tetapi merangkap sebagai direktur lainnya, GM, hingga office boy (OB)," tambahnya.

Upaya tersebut dilakukan lantaran ingin mengembalikan masa kejayaan Djakarta Lloyd pada tahun 1970 hingga 1985-an. Di mana, seluruh angkutan barang sektor laut dikuasai oleh BUMN ini.

Arham menyebutkan, saat ini perusahaan yang dipimpinnya banyak mengalami perubahan, salah satunya adalah telah menjalani bisnis pengangkutan kargo dengan PT PLN (Persero) sekira 1 juta metric ton batubara.

Selain itu, upaya merealisasikan laba bersih di 2016, Djakarta Lloyd akan segera merealisasikan kerjasama pengangkutan kargo dengan beberapa BUMN, seperti Pertamina, Semen Indonesia, Bukit Asam, dan Antam.

"Karena sekarang babak baru Djakarta Lloyd dalam membangun bangsa, selama saya jadi direksi banyak diberi kemudahan, karena banyak orang yang cinta dengan Djakarta Lloyd, Djakarta Lloyd selalu dapat keajaiban yang tidak diduga, dimulai bagaimana yang tadinya sudah mati, sekarang hidup kembali," imbuhnya.

Dia mengatakan, dia bergabung pada 2013, bukan lantaran Djakarta Llyod adalah BUMN, namun karena dimintai tolong. Untuk itu, dia pun banyak melakukan MoU antar BUMN, meskipun tetapi tidak ada yang jadi kontrak.

"Tugas saya adalah merealisasikan kontrak, alasannya adalah satu kendala krisis kepercayaan, Djakarta Lloyd dulu tidak memenuhi beberapa item yang diinginkan, seperti laporan keuangan, kepemilikan kapal, saat dulu Djakarta Lloyd tidak bisa memenuhi, pada saat itu juga menjadi titik balik bagi babak baru Djakarta Lloyd," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini