nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Sentul City, Hobi Mancing hingga Nyasar di Laut

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2016 11:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 03 30 470 1349099 bos-sentul-city-hobi-mancing-hingga-nyasar-di-laut-SAfzXZeuBA.jpg Ilustrasi: dream-cottage.co.uk

JAKARTA - Bagi sebagian orang, kegiatan memancing terdengar membosankan. Namun bagi Presiden Direktur Sentul City Keith Steven Muljadi, memancing justru menjadi hobinya sejak kecil.

”Saya suka mancing, boating, dan hal-hal yang berkaitan dengan air dan laut,” ujarnya saat ditemui KORAN SINDO di kantornya di kawasan Sentul City, Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

Pria yang pernah tinggal di Seattle, Amerika Serikat (AS) selama sepuluh tahun itu lantas menceritakan kenangan tak terlupakan semasa di Negeri Paman Sam.

Steven menuturkan kebiasaannya mancing dan boating di Long Beach Ilwaco, Washington. Di tempat ini, dia kerap menghabiskan waktu dengan memancing atau warawiri naik perahu sembari mendengarkan musik dan makan-makan bersama beberapa kawan.

Sesuai aturan, perahu kecil tidak boleh dikemudikan terlalu jauh dari daratan. Namun, suatu ketika, saking asyiknya memancing, Steven dan kawan-kawannya lupa diri dan tidak menyadari kalau perahu mereka sudah berada di tengah laut sehingga tak tampak lagi daratan oleh mereka. Ya , mereka nyasar ! Kepanikan bertambah karena ombaknya mencapai kira-kira empat meter.

”Ngeri banget . Kita pasrah saja berdoa,” kenangnya. Sepuluh tahun tidak memancing, alumnus Seattle University itu mengaku rindu dengan aktivitas hobinya itu. Steven masih ingat ikan terbesar yang ditangkapnya di Ilwaco adalah ikan salmon seberat 20 pound pada 2006 lalu.

”Di sini memang belum pernah memancing. Kalau ke Bali, saya ingin coba mancing dan boating lagi,” ungkap pria yang sedang menanti kelahiran anak keduanya itu. Sebagai workaholic, Steven kesulitan mengalokasikan waktu untuk menjalani hobinya itu. Padahal, memancing selain menyenangkan, juga menjadi sarana untuk merenung dan merefleksi kembali kehidupannya.

”Mancing itu long time, waktu sendiri di mana saya bisa merefleksi lagi hidup saya, keluarga, hal-hal yang lucu, kegagalan saya, keraguan saya. Jadi sambil mancing saya juga mikirin apa yang akan dilakukan ke depan,” ucap pria yang pernah berkarir di Merrill Lynch .

Lebih lanjut Steven menuturkan, semangat atau passion dalam dirinya yaitu ingin membawa dampak positif dan berkontribusi bagi orang lain atau sekitarnya. Maka itu, dia banyak terlibat dalam kegiatan transformasi komunitas, salah satunya dalam program kesehatan di Afrika. ”Orientasi saya transformasi komunitas.

Saya senang di situ,” sebutnya. Steven juga menegaskan bahwa pengalaman hidup, pahit atau manis, bisa menjadi bekal berharga dan berguna suatu saat nanti. Selain itu, harus ada kemauan untuk terus belajar dari siapa pun. ”Kita harus selalu jujur, jangan pikir kita hebat, selalu ada orang yang lebih hebat dari kita. Makanya selalu belajar!” pungkasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini