Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eksistensi Mainan Tradisional di Tengah Permainan Digital

Agregasi Kedaulatan Rakyat , Jurnalis-Sabtu, 30 April 2016 |09:11 WIB
Eksistensi Mainan Tradisional di Tengah Permainan Digital
Mainan tradisional berbahan kayu buatan T.Sugiyanto (foto: KRjogja)
A
A
A

KARANGANYAR – Mainan anak berbahan kayu buatan T Sugiyarto memiliki pangsa pasar tersendiri meski produk serupa mulai tergerus permainan digital. Mainan sederhana dari bengkel kerjanya di Dukuh Blora RT 04/XII Desa/Kecamatan Karangpandan, Karanganyar ini dikirim ke berbagai kota besar di Indonesia.

Ditemui di kediamannya, pria paruh baya ini tengah mengemas pesanan di beberapa kardus berisi mainan kayu. Rencananya, pesanan itu akan dikirim ke rekanan asal Bandung, Bogor, Jakarta dan Semarang.

Di tangan pembeli, satu buah bisa Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Bentuknya bermacam-macam, seperti kupu-kupu, burung, aneka hewan, karakter animasi hingga alat utama sistem senjata (alutsista).

Semua memiliki ciri serupa, yakni menimbulkan bunyi erek-erek ada juga menyebutnya othok-othok begitu bandul pegangan digoyangkan. Ada pula yang berbunyi saat bantalan mainan roda mainan didorong atau diseret. Lemah atau kerasnya bunyi ketukan tergantung intensitas gerakan mainan.

Tak heran harga mainannya mampu bersaing karena berbekal bahan baku limbah industri mebel kayu serta tak terlalu sukar mengerjakannya. Terlebih, masih banyak orang tua yang menginginkan mainan murah dan aman bagi anak-anaknya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement