Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meski Deflasi, Harga Bawang dan Tomat Masih Tinggi

Dedy Afrianto , Jurnalis-Senin, 02 Mei 2016 |13:26 WIB
Meski Deflasi, Harga Bawang dan Tomat Masih Tinggi
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,45 persen. Deflasi ini pun menjadi salah satu yang terendah sejak tahun 2000.

Namun, penurunan berbagai harga kebutuhan pokok ini tidak diikuti oleh penurunan harga bawang. Hingga April 2016, harga bawang merah masih menjadi ancaman bagi pemerintah.

[Baca juga: Bensin hingga Tarif Angkutan Sumbang Deflasi April]

"Meskipun terjadi deflasi tapi ada faktor penghambat seperti bawang merah dan bawang putih," kata Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/5/2016).

Berdasarkan data BPS, berikut adalah faktor penghambat deflasi sepanjang April 2016:

1. Bawang Merah

Perubahan harga month to month: 7,05 persen

Andil terhadap inflasi: 0,05 persen

Bobot terhadap inflasi: 0,71 persen

Inflasi di 74 kota IHK

2. Tomat Sayur

Perubahan harga month to month: 23,53 persen

Andil terhadap inflasi: 0,04 persen

Bobot terhadap inflasi: 0,24 persen

Inflasi di 55 kota IHK

3. Tomat Buah

Perubahan harga month to month: 22,27 persen

Andil Terhadap Inflasi: 0,02 persen

Bobot terhadap inflasi: 0,09 persen

Inflasi di 41 kota IHK

4. Bawang Putih

Perubahan harga month to month: 6,55 persen

Andil terhadap inflasi: 0,02 persen

Bobot terhadap inflasi: 0,31 persen

Inflasi di 72 kota IHK

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement