Menurut Jokowi, tanpa adanya reformasi atau perubahan terhadap kebijakan-kebijakan yang ada saat ini akan memberikan dampak yang sangat unik. Di mana, para pemilik modal asli Indonesia akan membangun properti di luar negeri. Padahal, tegas Jokowi, Indonesia masih membutuhkan banyak properti seperti rumah yang sampai saat ini masih kurang sekitar 13 juta.
"Ini sebuah kebutuhan yang cukup besar," katanya.
Kendati demikian, sambung Jokowi, pemerintah harus memberikan sebuah insentif agar Indonesia menjadi negara yang kompetitif dan memberikan tambahan sedikit keuntungan kepada para pengembang, sekaligus menahan para pengembang asal Indonesia mendirikan propertinya di negara-negara yang insentifnya banyak, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam.
Lanjut Jokowi, insentif DIRE dan juga BPHTB juga berkaitan dengan proyek-proyek infrastruktur seperti jalan tol, yang intinya pemerintah akan memberikan insentif maksimal agar Indonesia lebih kompetitif lagi. (Baca juga: Begini Proses Investasi Melalui DIRE)
"Ini hanya di komplek-komplek tertentu tidak keseluruhan BPHTB untuk semua lahan langsung di jadikan seperti yang kita inginkan. Tapi kalau ini bisa lakukan cepat, saya kira pergerakan investasi di daerah akan kelihatan. Karena kita sudah mulai melihat ini masalahnya hanya masalah kompetitifnes kita yang dibanding negara lain, kurang," tandasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.