Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marak Pembangunan Gedung Perkantoran, Tapi Okupansinya Rendah

Fhirlian Rizqi Utama , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2016 |18:18 WIB
Marak Pembangunan Gedung Perkantoran, Tapi Okupansinya Rendah
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan properti dari jenis ruang perkantoran terutama di sejumlah kota besar tergolong sehat.

"Mulai beroperasinya beberapa perkantoran di Jakarta menambah pasokan 1,8 persen selama triwulan II, sehingga kontribusi Jakarta terhadap pasokan nasional meningkat menjadi 89 persen," ujar Director of Strategic Advisory Coldwell Banker Commercial Indonesia Tommy Bastamy, saat Indonesia Property Market Overview, di Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Tommy melanjutkan, pada akhir triwulan II, pasokan kumulatif ruang perkantoran di kota besar di Indonesia mencapai 8,7 juta meter persegi. (Baca juga: Pasokan Berlebih, Tingkat Hunian Perkantoran Terus Turun)

"Tambahan pasokan mendatang tetap berasal dari Jakarta dan Surabaya," ujar Tommy.

Sementara, Tommy menuturkan, total penyerapan ruang perkantoran mencapai 7,6 juta meter persegi selama triwulan kedua atau naik 1 persen dibanding triwulan sebelumnya.

"Tapi rata-rata tingkat hunian mengalami penurunan sebesar 0,8 persen menjadi 86,5 persen sehubungan ada ruang kantor baru yang belum semua terisi," ucapnya. (Baca juga: Perusahaan IT dan Telekomunikasi Paling Aktif Cari Kantor Baru)

Misalnya, Tommy mencatat di Bandung mengalami penurunan tertinggi sebesar 4,3 persen. Sementara di Tangerang, Semarang, dan Makassar rerata tingkat hunian di atas 90 persen pada triwulan kedua.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement