JAKARTA - Aktivitas pasar sewa ruang perkantoran di Asia-Pasifik pada hingga kuartal II-2016 secara umum terbilang stabil. Hanya beberapa kota mengalami penurunan pertumbuhan.
Menurut riset yang dirilis oleh Cushman & Wakefield, aktivitas sewa ruang kantor sebagian besar terdapat di India, Tokyo, Australia, dan China.
Beberapa kota yang menjadi pusat perusahaan teknologi di tiap negara pasar sewanya terbilang mengalami pertumbuhan seperti kota Bengaluru, Hyderabad, dan Chennai namun pasokan yang tersedia terbatas. (Baca juga: Pasar Sewa Perkantoran Jakarta Turun Paling Signifikan di Asia Pasifik)
Permintaan yang kuat datang dari sektor Business Process Outsourcing (BPO) yang terus menyerap seperti di Manila yang mampu mendorong ketersediaan pasokan hingga 2 persen pada akhir kuartal kedua. Hingga kuartal kedua sendiri total proyek yang masih dalam tahap konstruksi di Manila mencapai 27.088.141
Sektor jasa terutama keuangan dan teknologi telah mendukung kebutuhan kantor di China dan Australia. Tren tersebut telah tumbuh sejak 2015 lalu. Sementara untuk biaya sewa Hong Kong masih menjadi kota dengan biaya sewa kantor paling mahal yakni USD10,14 per kaki persegi per bulan atau setara dengan Rp137.495 (kurs Rp13.208 per USD).
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.